Air kata-kata
Thursday, March 29th, 2007Soal kebiasaan "minum" di indonesia bagian timur bukan hanya sekedar isue. Sebenarnya mengherankan karena di sini kan panas, tapi yang namanya orang mabuk, apalagi di Sorong, wiih anytime anywhere deh. Setelah 4 bulan lebih di sini, gue bisa menjadi sangat tidak perduli. Gimana ga, kalau mau takut atau terlalu merhatiin mereka, bisa2 energi gue abis. Banyak banget! Apalagi gue tinggal di daerah "bronx" nya sorong ;p
Sekarang nih, jam 1/2 10 malem wit, di luar lagi ada bapak2 yang sibuk mencerocos. Karena tetangga2 gue yang lain ga tau dia tinggal dimana, dan dia juga tidak melakukan "kekerasan" jadi akhirnya dibiarin aja. Susah sih, paling juga ntar dia tidur di got hehe Dan jujur, gue ga peduli. Ini ntah sudah yang keberapa puluh… Setelah ada yang muntah2 di depan rumah… setelah ada yang teriak2" "tolong.. tolong… ada yang mau bunuh saya" dan waktu gue intip ternyata lagi mabuk… Setelah ada yang maen gitar jam 4 pagi… setelah ada yang tidur di depan gerbang gue sampe pagi, sampe akhirnya gue tungguin dia bangun sambil gue minum kopi hehe tetangga2 pada bangunin dia pake kaki sambil ngomel.. "eh, itu dokter mo pergi, ko bangun sudah…" setelah gue liat ada ada kecil pagi2 udah minum
gila. … banyak deh pokoknya. mungkin kata tepatnya bukan ada, tapi banyak kali ye.
Jadi, jangan heran kalau mereka yang dasarnya pendiam jadi banyak bicara. Makanya dipake istilah "air kata-kata" karena kalau udah minum, keluar lah isi kepalanya hahaha kadang lucu, kadang bikin seram, lebih sering ya bikin sedih
Waktu di aceh, jujur aja gue "agak jengkel" dengan peraturan ga boleh minum dan menjual minuman keras, karena menurut gue kan itu pilihan hidup sebagai manusia dewasa. Tapi di papua sini, bagus banget kalau minuman itu dilarang. Di manokwari berhasil, di jayapura juga. Dan kata teman2 gue di sana, angka kriminalitas menurun. Ibu-ibu lebih senang karena uang belanja jadi cukup. Anak-anak jadi bisa jajan. Pekerja jadi lebih produktif. Kecelakaan berkurang. Terbukti, ini bukan masalah satu agama saja, karena ternyata semua pemuka2 agama bersepakat untuk melarang dan ternyata hasilnya positif sekali.
Ga tau juga apa di sini minuman bakal dilarang. Kalau disuruh milih, gue bakal milih lebih baik dilarang. Walaupun itu berarti gue juga ga bisa menyimpan apalagi minum. Apalah artinya kesenangan sesaat kalau itu bisa "dibayar" dengan adanya generasi yang jauh lebih baik?
Sebagai penutup, gue kasih satu mop. Di papua orang hobi sekali mengeluarkan "joke" yang biasanya kisah nyata dan istilahnya ya mop itu *mudah2an cara nulisnya ga salah*. Mop ini baru gue dapat tadi sore, abis workshop. Gini ceritanya.
Ada satu orang yang saking mabuknya dia sampe tidur di got. Pagi2 orang lewat dan kaget, trus kasih bangun ini orang yang tidur di got.
+ eh, ko ini bagaimana? Kenapa ko tidur di situ?
- got ini punya ko kah?
Itu sudah.