Mop 1
Ada bapak 1 yang baru saja berhasil beli hape. Dengan senang dia bagi no telpon ke dia punya teman, walaupun belum tahu benar bagaimana cara pakainya. Tak lama si hape pun berbunyi, dan dia dengan sigap menjawab: “halo… halooo… ini sms kah, atau telpon??”
Mop 2
Kalau bapak 2 lain lagi ceritanya. Dia sedang jalan di kota ketika dia terima kiriman sms dari sang pacar. Bapak 2 bingung, karena dia belum paham betul bagaimana cara tulisnya. Akhirnya dia panggil satu orang anak SMA yang sedang lewat:
+ Adik, bisa minta tolong kah? Kakak mau jawab teman kirim sms…
- Ah kakak kenapa bingung, tinggal tulis saja toh, itu dari a sampai z semua ada, tinggal tulis saja pesan yang mau kakak tulis
+ Ah, kakak ini punya tulisan tara bagus, bisa minta tolong adik yang tulis kaaah…
Mop 3
Karena penyebaran HIV/AIDS sudah parah sekali, akhirnya dilakukan penyuluhan untuk masyarakat terutama masyarakat di daerah terpencil. Datanglah orang-orang dari berbagai tempat. Rupanya ada satu bapak yang karena terlalu capai di perjalanan, dia malah tertidur di sepanjang penjelasan mengenai HIV/AIDS ini, dan baru bangun di sesi tanya jawab. Sigap dia acungkan jari untuk bertanya: ”terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Saya hanya mau bilang kalau selama ini semua program yang diberikan oleh pemerintah tidak ada yang sampai ke masyarakat. Entah apakah itu program raskin, atau askeskin, ataupun program-program lain yang katanya untuk masyarakat tetapi tidak pernah menyentuh sama sekali. Tapi yang sudah ya sudahlah… saya berharap, untuk yang sekarang ini, HIV/AIDS bisa menyentuh sampai ke seluruh masyarakat…”