Creating a world without poverty
Saturday, March 15th, 2008Kuliah kemarin seru n lain dari biasanya, karena topik yang dibahas adalah soal ERADIKASI penyakit dan apakah program eradikasi masih cocok untuk abad 21 ini. Yang bikin seru adalah karena cara penyajiannya berbeda. Dua senior pengajar di sekolah gue (dua2nya idola gue hehe) mengajukan dua argumen yang berbeda, terus kami pindah posisi sesuai setuju atau tidak dengan pertanyaan di atas. Gue bukan mau nulis soal debat itu, karena panjang banget dan mungkin butuh tulisan khusus. Yang mau gue garis bawahi adalah salah satu poin yang sempat muncul di dalam debat : eradication the poverty.
Apa pun pendapat yang diajukan, pada prinsipnya kami sepakat kalau poverty atau kemiskinan itu harus dilenyapkan. Semua yang kami bahas ujung2nya balik lagi ke soal kemiskinan. Kenapa susah sekali menghilangkan kemiskinan ? Atau setidaknya membuat jarak antara yang miskin dan kaya ga semakin lebar ? Yang terjadi kan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Gue cukup kaget ketika beberapa hari lalu ada satu temen mengajukan “wacana” bagaimana kalau Indonesia ga masuk lagi ke golongan “low income country”. Ini lebih kaget dibanding ketika dibilang Indonesia “on track” untuk mencapai MDG 4. Gimana gue ga kaget, soalnya beberapa waktu lalu masih sempet baca ada ibu hamil yang meninggal karena kelaparan (ini yang ketahuan dan muncul di media). Gosh, kenapa bisa ada orang yang meninggal karena kelaparan di negera yang katanya gemah ripah loh jinawi? Anyway, balik lagi ke soal kenapa gue nulis ini. Beberapa minggu lalu Profesor Muhammad Yunus ngasih kuliah di LSE. Gue ga sempet datang, tapi temen gue bilang yang datang banyak banget, sampe ada sekitar 160 orang yang harus nonton di luar ruangan pake video. Tapi dengan kecanggihan teknologi sekarang ini (asyiknya…), kuliah beliau direkam dan bisa didownload (podcast). Gue sukses mendownload dan mendengarkan. Asli, sangat menginspirasi. Buat yang lupa siapakah Prof Muhammad Yunus… beliau itu pendiri dan pengelola Garmeen Bank. Beliau itulah yang dapat nobel perdamaian tahun 2006.
Creating a World Without Poverty. Kalau mau mendengarkan bisa klik link nya di sini