Visa, Pasport
Hidup memang lucu.
Hari ini saya ada appointment dengan Keduataan Italia. Jam 11. Setelah semua perjuangan (halah, berlebihan!) mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan….akhirnya saya berhasil di-interview dan dengan sukses DITOLAK!
Oke, emang salah saya juga sih, ga teliti. Karena ga perhatikan tanggal expired pasport, yang ternyata akhir tahun ini. Sedangkan memang persyaratan kunjungan itu minimal pasport berlaku 3 bulan setelah waktu perjalanan. Jadi Bapak yang di kedutaan itu dengan dingin mengembalikan semua berkas saya. Masih untung dia belum minta pembayaran visa. Dia bilang, setelah paspor diperpanjang, baru boleh bikin appointment dan apply lagi.
Jelas langsung bete berat. Mana masih cape, masih belum puas tidur, sempet nyasar waktu nyari kedutaan ini, ga bisa log-in ke website nya kedutaan Italia… pokoknya jengkel! Dan saya pusing mikirin semua pesawat dan tempat yang udah dibooking, dan juga asuransi perjalanan. Kalau batal berangkat ga lucu. Jadi ingat salah satu quote-nya Randy Pausch “The brick walls are there for a reason. The brick walls are not there to keep us out. The brick walls are there to give us chance to show how badly we want something”
Akhirnya dari Victoria Station saya ke Marble Arch, terus ke Kedutaan Indonesia. Ternyata tempat urus pasport bukan di situ, tapi di gedung di belakangnya. Agak-agak ajaib gitu tempatnya, kalau mau urus paspor di London nanti saya kasih tahu deh
Tapi ternyata Bapak yang urus ini baik banget. Dia kan nanya, kenapa saya ga lapor waktu datang (dan saya baru tahu kalau harus lapor setelah baca pengumuman di tembok gitu)… Ampuuun Pak :p Saya berdalih bahwa ga tahu, dan dia cuma nyengir (mungkin entah sudah berapa puluh pelajar yang beralasan seperti itu). Terus dia kasih semua formulir yang harus diisi (termasuk formulir lapor kedatangan tadi… hehe)
Giliran harus kasih foto, bingung lagi jadinya. Ternyata background nya harus merah ya. Bapak ini senyum lagi, terus bilang bahwa kalau keluar dari kantor ini, terus ke pojok jalan ada restoran, nah di sebelahnya ada farmasi. Tanya aja di situ. Pas saya ke sana, benar juga. Di belakang kasir ada ruangan kecil untuk pas foto kilat. Fotografer nya cuma bilang : “for Indonesia Passport ?” Terus
udah deh, difoto. Dia malah nanya saya mau ambil foto yang mana (padahal tahu kan, foto pasport mana ada yang bagus). Setelah bayar (sekitar 6 pound) saya balik lagi ke kantor tadi. Terus Bapak tadi periksa-periksa lagi. Minta cap jempol kanan (pantas ada bantalan stempel gitu di loket) dan kasih saya tanda terima buat ambil pasport minggu depan. Terus dia tempel secarik kertas yang menyebutkan bahwa semua pambayaran sekarang harus lewat postal order atau bank draft, ga boleh lagi pakai cash. Tapi bayarnya sih masih minggu depan, jadi masih ada waktu.
Sepulang dari kedutaan tadi, naik bis niat balik ke rumah. Tiba-tiba di tengah jalan sopir bis berubah pikiran, jadi bis hanya sampai Tottenham Court Road, ga sampai King Cross. Jadi masih harus jalan lagi, lumayan jauh. Terus kebetulan ada kantor pos, jadi sekalian beli postal order tadi (20 pound + 1.75 pound charge). Beres!
Pikir-pikir….memang selalu ada hikmahnya ya. Coba kalau saya ga urus perpanjangan paspor sekarang, kemungkinan training di salah satu negara maju di Asia bulan Oktober-November nanti bisa juga batal…
November 9th, 2008 at 10:56 pm
This is great info to know.