Peterpan Live at the Borderline, London
Saturday, September 13th, 2008Setelah Padi dan Slank, kini giliran Peterpan manggung di the Bordeline, London pada tanggal 6 September 2008. Agak berbeda dengan waktu saya nonton Padi Oktober tahun lalu, tiket Peterpan juga dijual secara online. Harga tiket 15 pound sebenarnya tergolong mahal untuk pelajar seperti saya, tetapi kapan lagi bisa nonton Peterpan di Inggris. Tidak usah pikir lama akhirnya saya memutuskan untuk beli.
Saya pergi bersama teman yang bukan orang Indonesia, tetapi saya cukup “percaya diri” karena Peterpan selalu tampil bagus kalau live (dulu pernah nonton dan hampir mati tergencet sama penonton yang banyak sekali). Ketika antri menunggu pintu buka pukul 7 malam, saya melihat cukup banyak yang bukan orang Indonesia ikut antri di luar club. Malah saya sempat menjual tiket ke satu orang bule (perempuan) yang datang bersama teman-temannya karena ada teman saya tidak bisa datang.
Sebelum Peterpan tampil, pertunjukan dibuka dengan penampilan band bernama “Nicotine”. Band ini bukan band Indonesia. Mereka tampil menyanyikan beberapa lagu dan tampaknya ada masalah dengan sound system karena beberapa kali sang vokalis mengeluh. Band ini cukup bagus, tetapi penonton kurang begitu antusias, mungkin karena tidak sabar menunggu penampilan Peterpan. Penonton nya banyak sekali dan datang bukan hanya dari London dan bukan hanya pelajar. Ada yang datang dari negara eropa lain dan banyak juga yang tidak mengerti arti liriknya. Bukti bahwa musik itu memang universal!
Akhirnya Peterpan tampil di panggung. Mereka tampak senang sekali, dan seperti biasa Ariel, vokalis Peterpan, berinteraksi dengan akrab dengan penonton. Sayang dia tidak pakai bahasa Inggris, jadi saya harus menerjemahkan apa yang dia bilang ke teman saya (dan saya lihat, saya tidak sendirian. Jadi cukup heboh menerjemahkan diantara ributnya suasana di dalam club). Padahal waktu main di Korea mereka pakai bahasa Inggris lho.
Penampilan dibuka dengan lagu “Langit tak Mendengar” disusul “Di Balik Awan” dan “Menunggumu”. Koor penonton semakin menjadi-jadi ketika mereka memainkan lagu “Mungkin Nanti”. Setelah 4 lagu, Ariel bilang kalau mereka mau mainkan satu lagu berbahasa Inggris yang belum pernah mereka mainkan atau direkam di manapun, judulnya “Hero”. Menurut saya lagunya bagus. Memang liriknya tidak begitu jelas tapi musiknya bagus. Suara Ariel mengingatkan saya sama suaranya Kurt Cobain, vokalis Nirvana. Jadi menyesal tidak bawa kamera recorder (tapi kalau ada yang mau denger, ada yang sudah upload di youtube. Kalau penasaran, silahkan cari).
Setelah “Hero”, mereka mainkan “Ada Apa Denganmu”, “Sally Sendiri”, “Hari Yang Cerah”, “Menghapus Jejakmu”, “Di Atas Normal”, “Yang Terdalam”, “Tak Bisakah” dan “Topeng”. Di antara nyanyi, Ariel berinteraksi akrab dengan penonton. London memang dingin, tapi suhu di dalam club panas sekali. Ariel yang asalnya pake vest, setelah beberapa lagu langsung buka vest-nya. Uki juga membuka syalnya (yang sempat dipinjam Ariel untuk hapus keringat). Ariel beberapa kali mengeluhkan soal mike yang tidak berfungsi baik, dan sempat-sempatnya bicara pake bahasa Sunda. Setelah lagu Topeng, Peterpan meninggalkan panggung.
Tidak yakin kalau konser sudah selesai, penonton tetap tidak beranjak, apalagi Peterpan belum mainkan lagu baru. Benar saja, setelah beberapa lama Peterpan naik kembali ke panggung. Kali ini mereka mainkan lagu terbaru “Walau Habis Terang” (tanpa piano, karena pemain piano tidak bisa datang) dan penampilan mereka ditutup dengan “Semua Tentang Kita”. Setelah lagu selesai baru kami yakin bahwa ini lagu terakhir, apalagi Uki melempar pick gitar nya ke penonton.
Mau tahu siapa yang paling hafal lirik lagu dan heboh berjingkrak-jingkrak? Teman-teman dari Timor Leste. Tapi secara keseluruhan penonton nya asyik sih. Ikut nyanyi, ikut tepuk tangan, ikut jingkrak-jingkrak… termasuk yang tidak hafal lirik (termasuk saya). Lagipula, nonton pertunjukkan musik di London menyenangkan… ga ada yang merokok walaupun di dalam pub/bar, jadi tidak ada istilah sesak nafas dan mata perih.
Kesan saya secara keseluruhan adalah: konsernya bagus! Puas deh. Mudah-mudahan Peterpan bisa rilis album dalam bahasa Inggris dan tour dunia nya sukses